Menjadi Wanita Paling Bahagia
Dr. Aidh al-Qarni
Wanita Penghuni Surga
Sesungguhnya Tuhan-lah yang mencukupimu kemarin dan Dia pula yang akan mencukupimu kebutuhan esok hari.
Atha’ ibn Abu Rabah menuturkan, "Ibnu Abas ra berkata kepadaku, ‘Maukah aku tunjukkan padamu salah seorang wanita penghuni surga?’ Aku menjawab, ‘Tentu saja’. Lalu ia berkata, ‘Dialah wanita berkulit hitam yang pernah menemui Rasulullah SAW dan berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan dan auratku terbuka karenanya. Karena itu mohonkanlah kepada Allah untuk kesembuhanku. ‘Rasulullah SAW menjawab, ‘Bila engaku sanggup, aku sarankan untuk bersabar menjalaninya, karena itu akan berbalas surga. Namun, bila engkau tetap menghendaki kesembuhan itu, aku kana medoakan agar Allah menyembuhkanmu’. Maka wanita itu berkata, "Sebenarnya aku memilih untuk bersabar, tetapi auratku sering tersingkap karenanya. Karena itu doakanlah agar aku tidak seperti itu lagi (terbuka auratnya)’. Lantas beliau pun mendoakannya."
Demikianlah. Wanita yang beriman dan bertaqwa ini rela menerima cobaan yang menimpa dirinya dalam hidupnya yang sementara. Karenanya, ia kelak akan dianugerahi surga sebagai balasannya: sungguh jual beli yang sangat menguntungkan.
Terlihat pula, bahwa wanita ini merasa dirinya hina ketika auratnya terbuka secara tidak sengaja dan kemudian manusia melihat hal-hal yang tidak pantas diperlihatkan oleh seorang wanita muslimah yang bertaqwa kepada orang lain. Nah, bagaimanakah dengan para wanita zaman ini yang justru suka sekali memakai model-model pakaian modern yang acapkali memperlihatkan kemolekan fisik dan aurat-aurat mereka? Sungguh nistanya mereka.
Tuesday, December 2, 2008
Nasihat dari Seorang Wanita yang Sukses
Menjadi Wanita Paling Bahagia
Dr. Aidh al-Qarni
Nasihat-nasihat dari Seorang Wanita yang Sukses
Wahai Tuhanku, padaMu kan kupanjatkan sebuah pujian yang hanya pantas untuk-Mu. Wahai Dzat tempat bergantung seluruh makhluk, Milik Mu lah segala pujian.
Dengan tersenyum haru dan meneteskan air mata, Ummu Mu’ashirah menasehati putrinya sebagaimana berikut:
“Wahai putriku, engkau akan menghadapi sebuah kehidupan baru. Yaitu, sebuah kehidupan yang tidak ada tempat bagi bapakmu, ibumu dan saudara-saudarimu untuk mencampuri urusanmu. Dalam kehidupan barumu itu engkau akan menjadi peman setia bagi suamimu. Suaminu tidak akan rela ada orang lain yang ikut campur dalam urusanmu dengan suamimu, sedekat apapun hubungan darahnya denganmu. Maka, jadilah engaku istri dan ibu baginya. Buatlah dia merasa bahwa engkau adalah segala-galanya dalam hidup dan dunianya. Ingatlah, seorang suami adalah ‘bocah besar’ yang cukup bahagia hanya dengan sedikit ungkapan kemanjaanmu padanya. Janganlah engkau membuatnya merasa bila pernikahannya denganmu merupakan penyebab terpisahnya dirimu dari keluarga dan orang tuamu. Perasaan seperti ini juga dirasakan olehnya. Dia telah meninggalkan rumah kedua orangtuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara kamu dan dia adalah perbedaan antara laki-laki dan wanita. Seorang wanita akan selalu merindukan keluarga dan rumah di mana dia dilahirkan, tumbuh dan belajar di dalamnya. Tetapi dia harus membiasakan dirnya untuk hidup dalam suasana baru. Dia harus menyesuaikan diri dengan seorang laki-laki yang telah menjadi suami, pelindung dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru!”
“Wahai putriku, itulah kehidupan yang akan engkau hadapi dan bahtera keluarga yang akan kalian bangun berdua. Aku tidak memaksamu untuk melupakan ibu, ayah dan saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu, wahai putri kesayanganku. Lagi pula, bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya? Namun, aku hanya meminta kepadamu: cintailah suamimu dan hiduplah bahagia bersamanya.”
Dr. Aidh al-Qarni
Nasihat-nasihat dari Seorang Wanita yang Sukses
Wahai Tuhanku, padaMu kan kupanjatkan sebuah pujian yang hanya pantas untuk-Mu. Wahai Dzat tempat bergantung seluruh makhluk, Milik Mu lah segala pujian.
Dengan tersenyum haru dan meneteskan air mata, Ummu Mu’ashirah menasehati putrinya sebagaimana berikut:
“Wahai putriku, engkau akan menghadapi sebuah kehidupan baru. Yaitu, sebuah kehidupan yang tidak ada tempat bagi bapakmu, ibumu dan saudara-saudarimu untuk mencampuri urusanmu. Dalam kehidupan barumu itu engkau akan menjadi peman setia bagi suamimu. Suaminu tidak akan rela ada orang lain yang ikut campur dalam urusanmu dengan suamimu, sedekat apapun hubungan darahnya denganmu. Maka, jadilah engaku istri dan ibu baginya. Buatlah dia merasa bahwa engkau adalah segala-galanya dalam hidup dan dunianya. Ingatlah, seorang suami adalah ‘bocah besar’ yang cukup bahagia hanya dengan sedikit ungkapan kemanjaanmu padanya. Janganlah engkau membuatnya merasa bila pernikahannya denganmu merupakan penyebab terpisahnya dirimu dari keluarga dan orang tuamu. Perasaan seperti ini juga dirasakan olehnya. Dia telah meninggalkan rumah kedua orangtuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara kamu dan dia adalah perbedaan antara laki-laki dan wanita. Seorang wanita akan selalu merindukan keluarga dan rumah di mana dia dilahirkan, tumbuh dan belajar di dalamnya. Tetapi dia harus membiasakan dirnya untuk hidup dalam suasana baru. Dia harus menyesuaikan diri dengan seorang laki-laki yang telah menjadi suami, pelindung dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru!”
“Wahai putriku, itulah kehidupan yang akan engkau hadapi dan bahtera keluarga yang akan kalian bangun berdua. Aku tidak memaksamu untuk melupakan ibu, ayah dan saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu, wahai putri kesayanganku. Lagi pula, bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya? Namun, aku hanya meminta kepadamu: cintailah suamimu dan hiduplah bahagia bersamanya.”
Tuesday, November 25, 2008
UKHTI APAKAH ENGKAU MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN
Oleh: Syaikh Ali Bin Abdul Khaliq al-Qorny
Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)
*Saudariku Muslimah*,
Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.
Allah berfirman:
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)
*Saudariku Muslimah*,
Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.
Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.
*Saudariku Muslimah*,
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.
*Saudariku Muslimah*,
Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika
keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :
Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).
Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.
*Saudariku Muslimah*,
Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.
*Saudariku Muslimah*,
Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat
Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.
Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.
Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M, dar
Dari:
http://adduror.blogdetik.com/2008/04/26/ukhti-apakah-engkau-menginginkan-kebahagiaan/#more-23
Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)
*Saudariku Muslimah*,
Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.
Allah berfirman:
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)
*Saudariku Muslimah*,
Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.
Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.
*Saudariku Muslimah*,
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.
*Saudariku Muslimah*,
Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika
keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :
Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).
Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.
*Saudariku Muslimah*,
Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.
*Saudariku Muslimah*,
Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat
Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.
Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.
Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M, dar
Dari:
http://adduror.blogdetik.com/2008/04/26/ukhti-apakah-engkau-menginginkan-kebahagiaan/#more-23
Wahai Putriku…
Post on Oktober 17th, 2008 by adie ibn yusuf and tagged amoral, kesucian, Putriku, Seksual, wanita, zina
Written by Ummu Raihanah
Seorang ayah yang sangat peduli dengan kehormatan dan kesucian putri-putrinya juga kaum wanita muslimah umumnya. Menulis untaian nasehat yang sarat dengan makna, nasehat dari seorang ayah yang tulus yang tidak menginginkan keburukan terjadi pada setiap putri muslimah, inilah dia nasehatnya…
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri,dan berjumpa dengan banyak orang…Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalam anku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain. Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya. Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya.
Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku!
Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan. Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan! Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu.
Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya. Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi.
Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar. Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial,kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat. Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami.
Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal.
Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati? Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah. Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai.
Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka. Mereka yang menggembor-gemborka n emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmat an melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmat an lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.
Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta.
Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali. Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik.
(wallahul musta’an).
Disarikan dari buku : Yaa ibnati oleh Ali Thanthawi
Dari
http://adduror.blogdetik.com/2008/10/17/wahai-putriku/#more-62
Written by Ummu Raihanah
Seorang ayah yang sangat peduli dengan kehormatan dan kesucian putri-putrinya juga kaum wanita muslimah umumnya. Menulis untaian nasehat yang sarat dengan makna, nasehat dari seorang ayah yang tulus yang tidak menginginkan keburukan terjadi pada setiap putri muslimah, inilah dia nasehatnya…
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri,dan berjumpa dengan banyak orang…Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalam anku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain. Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya. Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya.
Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku!
Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan. Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan! Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu.
Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya. Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi.
Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar. Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial,kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat. Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami.
Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal.
Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati? Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah. Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai.
Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka. Mereka yang menggembor-gemborka n emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmat an melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmat an lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.
Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta.
Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali. Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik.
(wallahul musta’an).
Disarikan dari buku : Yaa ibnati oleh Ali Thanthawi
Dari
http://adduror.blogdetik.com/2008/10/17/wahai-putriku/#more-62
Wednesday, November 19, 2008
Bahaya Membuka Aurat Dan Keutamaan Memakai Hijab
Rasulullah bersabda, Fatimah bagian dariku. Barang siapa menggembirakan hatinya, maka ia telah menggembirakan hatiku. Dan barang siapa menyusahkan hatinya, maka berarti ia telah menyusahkan hatiku.
Wanita itu sangat mulia bagaikan intan berlian, apabila ia diatur atau disusun dengan baik maka akan kelihatan indah. Namun bila ia tidak tersusun dengan baik maka kelihatan jelek. Dalam hal ini Allah SWT meninggikan derajat seorang wanita dengan jalan seorang wanita supaya dapat menjaga dirinya benar-benar karena wanita itu adalah aurat (mulai ujung rambut mulai ujung kaki).
Di era modern ini banyak dari kaum wanita yang melecehkan dirinya sendiri. Ia tidak tahu bagaimana menjaga dirinya agar terlihat anggun dan tidak diganggu oleh para lelaki yang tidak bermoral. Kita telah salah dalam menempuh jalan dengan mengikuti budaya barat. Padahal panutan kita adalah Rasulullah SAW dan Sayyidatina Fatimah Azzahra.
Sekarang para wanita banyak memakai pakaian yang ketat-ketat, celana levis , jeans, baju-baju tipis dengan lengan yang pendek dan tidak memakai jilbab dan hijab. Dengan pakaian seperti ini kita akan tampak lebih jelek.
Ketika para sahabat ditanya oleh Rasulullah SAW, Apakah yang terbaik bagi wanita? Mereka tidak ada yang bisa menjawab, akhirnya Sayyidatina Fatimah menjawab, “Sebaik-baik wanita adalah tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh laki-laki.”
Masalah aurat ini juga disebut dalam Al-Qur’an yaitu surat Al-Ahzab 59 dan An Nur ayat 31. Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Yang di maksud jilbab disini adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Dan di dalam surat yang kedua artinya : katakanlah kepada orang beriman : hendaklah mereka menahan perhiasannya kecuali (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.
Semua ini adalah kalamnya Allah SWT. Apakah kita tidak akan percaya dengan kalamnya Allah SWT? Bisa-bisa kita dibilang murtad kalau sampai tidak mempercayai kalam-Nya atau firman-Nya.
Setelah turun ayat hijab ini seluruh wanita madinah langsung memakai hijab sampai-sampai tidak tahu mereka itu berjalan ke depan atau ke belakang. Salah seorang sahabat juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, Bagaimanakah apabila saya melihat seorang wanita ya Rasulullah ? maka Rasulullah menjawab, Palingkan mukamu! Nah dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa palingkan mukamu berarti itu haram untuk dilihat. Kalau sudah haram untuk dilihat berarti itu adalah aurat, kalau sudah aurat maka wajib untuk ditutup.
Kata siapa wanita zaman dahulu tidak memakai hijab ? Justru wanita zaman dahululah yang benar-benar menjaga dirinya, sampai-sampai mereka mendapatkan maqam yang tinggi di sisih Allah SWT sebagai Waliyah-Waliyah Allah SWT. Bila kita mengetahui cerita wanita-wanita shalihah zaman dulu kita akan menangis karena pribadi dan sifat mereka yang sangat mulia serta hati mereka yang sangat bersih. Kita sekarang ini tidak ada apa-apanya dengan mereka. Generasi barulah yang telah rusak karena tertipu dengan rekayasa orang yahudi, kita termakan dengan budaya-budaya barat. Rasulullah mengatakan dalam Haditsnya :
——————————————
Artinya : barang siapa yang mengikuti suatu kaum maka dibangkitkan bersama mereka.
Apabila kita mengikuti artis-artis maka takutnya kita akan dibangkitkan bersama mereka yang sudah pasti jauh dari Rasulullah SAW, padahal kita sangat membutuhkan beliau kelak untuk mendapatkan syafa’atnya.
Dan dikatakan bahwa perempuan yang menyerupai laki-laki maka diharamkan oleh Allah untuk masuk surga.
Ada 4 wanita yang menjadi calon neraka yaitu :
wanita yang berkata keras atau kasar terhadap suaminya.
wanita yang menuntut kepada suaminya, yang suaminya tidak mampu untuk memenuhinya.
wanita yang tidak menutup dirinya dari laki-laki asing (bukan muhrimnya)
wanita yang tidak ada semangat untuk ibadah, yang ia pikirkan hanya makan, minum, tidur.
Ini semua perlu kita perhatikan betul-betul, apabila kita salah dalam mengambil langkah maka kita akan hancur, sebaliknya apabila kita hati-hati maka kita akan selamat.
Mulai sekarang mari kita rubah diri kita. Tinggalkan pakaian-pakaian yang tidak selayaknya dipakai bagi wanita muslimah. Keturunan siapakah kita ini? Apakah kita tidak malu mengaku umat Rasulullah namun tingkah laku kita, pribadi kita, pakaian kita tidak mengikuti beliau SAW? Siapa lagi kalau bukan kita yang meneruskannya?
Bagi ibu-ibu yang anaknya ingin memakai cadar atau hijab hendaknya didukung, jangan sampai ibu melarang mereka, kalau Ibu masih belum sanggup untuk memakainya, maka anak Ibu yang menggantikannya dan yang meneruskan jejak Fatimah Tuz Zahrah. Bila anak Ibu tidak ridha karena tidak diperbolehkan untuk memakai hijab maka di akhirat nanti Ibu akan dituntut.
Apabila saudara-saudara, para remaja yang ingin memakai hijab jangan takut, jangan gentar dan jangan ragu. Biar semua orang menghina kita, mengejek kita, kita dibilang ketinggalan zaman, biarkan… Kita menggunakan hijab ini semata-mata menjalankan perintah-Nya, menegakkan agama Allah dan meneruskan jejak Sayyidatina Fatimatuz Zahrah, karena siapa yang mengikuti Sayyidatina Fatimatuz Zahrah maka kelak ia berada pada barisannya. Memang memegang kebenaran sangat sulit bagaikan memegang bara api.
Yang utama bagi seorang wanita adalah auratnya. Jika kita dapat menutup aurat kita dengan sempurna dan menjaga diri kita dari laki-laki asing maka tingkah laku kita, pribadi dan sifat kita insya Allah akan menjadi baik dan hati kita menjadi bersih. Apabila sebaliknya maka kita akan selalu menuruti hawa nafsu kita dalam melakukan kemaksiatan.
Yang sedikit ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka dan menggugah hati bagi yang masih belum sempurna dalam menutup auratnya. Dan mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan hidayat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat merubah diri kita menjadi wanita muslimah sejati.
Amien ya Robbal alamin.
Habib Hadi Alaydrus
Saturday, January 5th, 2008
http://dorantes.blog.friendster.com/category/mutiara-hikmah/
Wanita itu sangat mulia bagaikan intan berlian, apabila ia diatur atau disusun dengan baik maka akan kelihatan indah. Namun bila ia tidak tersusun dengan baik maka kelihatan jelek. Dalam hal ini Allah SWT meninggikan derajat seorang wanita dengan jalan seorang wanita supaya dapat menjaga dirinya benar-benar karena wanita itu adalah aurat (mulai ujung rambut mulai ujung kaki).
Di era modern ini banyak dari kaum wanita yang melecehkan dirinya sendiri. Ia tidak tahu bagaimana menjaga dirinya agar terlihat anggun dan tidak diganggu oleh para lelaki yang tidak bermoral. Kita telah salah dalam menempuh jalan dengan mengikuti budaya barat. Padahal panutan kita adalah Rasulullah SAW dan Sayyidatina Fatimah Azzahra.
Sekarang para wanita banyak memakai pakaian yang ketat-ketat, celana levis , jeans, baju-baju tipis dengan lengan yang pendek dan tidak memakai jilbab dan hijab. Dengan pakaian seperti ini kita akan tampak lebih jelek.
Ketika para sahabat ditanya oleh Rasulullah SAW, Apakah yang terbaik bagi wanita? Mereka tidak ada yang bisa menjawab, akhirnya Sayyidatina Fatimah menjawab, “Sebaik-baik wanita adalah tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh laki-laki.”
Masalah aurat ini juga disebut dalam Al-Qur’an yaitu surat Al-Ahzab 59 dan An Nur ayat 31. Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Yang di maksud jilbab disini adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Dan di dalam surat yang kedua artinya : katakanlah kepada orang beriman : hendaklah mereka menahan perhiasannya kecuali (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.
Semua ini adalah kalamnya Allah SWT. Apakah kita tidak akan percaya dengan kalamnya Allah SWT? Bisa-bisa kita dibilang murtad kalau sampai tidak mempercayai kalam-Nya atau firman-Nya.
Setelah turun ayat hijab ini seluruh wanita madinah langsung memakai hijab sampai-sampai tidak tahu mereka itu berjalan ke depan atau ke belakang. Salah seorang sahabat juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, Bagaimanakah apabila saya melihat seorang wanita ya Rasulullah ? maka Rasulullah menjawab, Palingkan mukamu! Nah dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa palingkan mukamu berarti itu haram untuk dilihat. Kalau sudah haram untuk dilihat berarti itu adalah aurat, kalau sudah aurat maka wajib untuk ditutup.
Kata siapa wanita zaman dahulu tidak memakai hijab ? Justru wanita zaman dahululah yang benar-benar menjaga dirinya, sampai-sampai mereka mendapatkan maqam yang tinggi di sisih Allah SWT sebagai Waliyah-Waliyah Allah SWT. Bila kita mengetahui cerita wanita-wanita shalihah zaman dulu kita akan menangis karena pribadi dan sifat mereka yang sangat mulia serta hati mereka yang sangat bersih. Kita sekarang ini tidak ada apa-apanya dengan mereka. Generasi barulah yang telah rusak karena tertipu dengan rekayasa orang yahudi, kita termakan dengan budaya-budaya barat. Rasulullah mengatakan dalam Haditsnya :
——————————————
Artinya : barang siapa yang mengikuti suatu kaum maka dibangkitkan bersama mereka.
Apabila kita mengikuti artis-artis maka takutnya kita akan dibangkitkan bersama mereka yang sudah pasti jauh dari Rasulullah SAW, padahal kita sangat membutuhkan beliau kelak untuk mendapatkan syafa’atnya.
Dan dikatakan bahwa perempuan yang menyerupai laki-laki maka diharamkan oleh Allah untuk masuk surga.
Ada 4 wanita yang menjadi calon neraka yaitu :
wanita yang berkata keras atau kasar terhadap suaminya.
wanita yang menuntut kepada suaminya, yang suaminya tidak mampu untuk memenuhinya.
wanita yang tidak menutup dirinya dari laki-laki asing (bukan muhrimnya)
wanita yang tidak ada semangat untuk ibadah, yang ia pikirkan hanya makan, minum, tidur.
Ini semua perlu kita perhatikan betul-betul, apabila kita salah dalam mengambil langkah maka kita akan hancur, sebaliknya apabila kita hati-hati maka kita akan selamat.
Mulai sekarang mari kita rubah diri kita. Tinggalkan pakaian-pakaian yang tidak selayaknya dipakai bagi wanita muslimah. Keturunan siapakah kita ini? Apakah kita tidak malu mengaku umat Rasulullah namun tingkah laku kita, pribadi kita, pakaian kita tidak mengikuti beliau SAW? Siapa lagi kalau bukan kita yang meneruskannya?
Bagi ibu-ibu yang anaknya ingin memakai cadar atau hijab hendaknya didukung, jangan sampai ibu melarang mereka, kalau Ibu masih belum sanggup untuk memakainya, maka anak Ibu yang menggantikannya dan yang meneruskan jejak Fatimah Tuz Zahrah. Bila anak Ibu tidak ridha karena tidak diperbolehkan untuk memakai hijab maka di akhirat nanti Ibu akan dituntut.
Apabila saudara-saudara, para remaja yang ingin memakai hijab jangan takut, jangan gentar dan jangan ragu. Biar semua orang menghina kita, mengejek kita, kita dibilang ketinggalan zaman, biarkan… Kita menggunakan hijab ini semata-mata menjalankan perintah-Nya, menegakkan agama Allah dan meneruskan jejak Sayyidatina Fatimatuz Zahrah, karena siapa yang mengikuti Sayyidatina Fatimatuz Zahrah maka kelak ia berada pada barisannya. Memang memegang kebenaran sangat sulit bagaikan memegang bara api.
Yang utama bagi seorang wanita adalah auratnya. Jika kita dapat menutup aurat kita dengan sempurna dan menjaga diri kita dari laki-laki asing maka tingkah laku kita, pribadi dan sifat kita insya Allah akan menjadi baik dan hati kita menjadi bersih. Apabila sebaliknya maka kita akan selalu menuruti hawa nafsu kita dalam melakukan kemaksiatan.
Yang sedikit ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka dan menggugah hati bagi yang masih belum sempurna dalam menutup auratnya. Dan mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan hidayat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat merubah diri kita menjadi wanita muslimah sejati.
Amien ya Robbal alamin.
Habib Hadi Alaydrus
Saturday, January 5th, 2008
http://dorantes.blog.friendster.com/category/mutiara-hikmah/
Wednesday, November 12, 2008
Kemuliaan seorang wanita solehah
Ada beberapa keistimewaan terindah dan termulia, yang diberikan Allah Jalla Jalaluh secara cuma-cuma bagi wanita sholehah adalah:
1. Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : ” Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia“.
2. Wanita yang solehah( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu iberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW ) di dalam surga.
6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
7. Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”
8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan keluarganya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).
12. Aisyah r.a. berkata ” aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda “suaminya”. Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW “Ibunya“
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun )
15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT
17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan
18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan
19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT
http://adduror.blogdetik.com/2008/02/14/teruntukmu-wahai-ukthikuw-tercinta/#more-3
1. Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : ” Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia“.
2. Wanita yang solehah( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu iberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW ) di dalam surga.
6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
7. Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”
8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan keluarganya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).
12. Aisyah r.a. berkata ” aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda “suaminya”. Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW “Ibunya“
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun )
15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT
17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan
18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan
19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT
http://adduror.blogdetik.com/2008/02/14/teruntukmu-wahai-ukthikuw-tercinta/#more-3
10 wasiat Baginda Rasulullah SAAW kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah ra.
Sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
Baginda Rasulullah SAAW mewasiatkan 10 hal kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah ra. Sepuluh wasiat yang Beliau SAAW sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya dan tak tersandingkan oleh apapun didunia ini, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tersebut adalah :
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.
3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.
8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.
http://adduror.blogdetik.com/2008/02/14/teruntukmu-wahai-ukthikuw-tercinta/#more-3
Baginda Rasulullah SAAW mewasiatkan 10 hal kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah ra. Sepuluh wasiat yang Beliau SAAW sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya dan tak tersandingkan oleh apapun didunia ini, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tersebut adalah :
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.
3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.
8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.
http://adduror.blogdetik.com/2008/02/14/teruntukmu-wahai-ukthikuw-tercinta/#more-3
Subscribe to:
Posts (Atom)
Menanti hari Selasa
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Insyaallah blog ini akan di update untuk postingnya setiap hari Selasa jika tidak ada halangan. Mohon do'anya ya... ^_^
Sampaikan keritik, saran, nasehat atau masukan apapun dari teman-teman semua yang insyaallah bermanfaat ke email
ukhti.jameela@gmail.com
Terimakasih untuk segala bentuk dukungannya hingga terlaksananya blog ini. Untuk segala kekurangan ana pribadi mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang diridhai Allah SWT. Amin
Jazzakallah khair
Di akhir November 2008
Insyaallah blog ini akan di update untuk postingnya setiap hari Selasa jika tidak ada halangan. Mohon do'anya ya... ^_^
Sampaikan keritik, saran, nasehat atau masukan apapun dari teman-teman semua yang insyaallah bermanfaat ke email
ukhti.jameela@gmail.com
Terimakasih untuk segala bentuk dukungannya hingga terlaksananya blog ini. Untuk segala kekurangan ana pribadi mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang diridhai Allah SWT. Amin
Jazzakallah khair
Di akhir November 2008
